Judul: Kaindea: Adaptasi Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Hutan Di Pulau-Pulau Kecil
Penulis : Nur Arafah
Editor : Sumiman Udu
Jumlah Halaman: xiv+ 180 hlm; 14 x20,5cm
Penerbit : Oceania Press bekerjasama dengan Pusat Studi Sains, Budaya, Pariwisata, dan Humaniora Indonesia
ISBN : 978-602-73713-3-0
Sinopsis:
Kajian pengelolaan hutan dan eksistensi masyarakat lokal dalam perubahan sosial budaya, ekonomi, dan demografi terhadap kelestarian sumberdaya hutan tetap menjadi isu yang menarik di tingkat lokal, nasional maupun global. Secara gobal, isu-isu kehutanan lebih dikaitkan dengan perdagangan karbon, pelestarian keanekaragaman hayati dan perubahan iklim, dan di tingkat nasional lebih menyoroti potensi ekonomi dan kemiskinan masyarakat sekitar hutan.
Pada tingkat lokal, antara isu konservasi dengan pemanfaatan lokal sumberdaya, hutan lebih mendapat perhatian serius. Hal ini terkait dengan banyaknya konflik tentang pengelolaan sehingga melahirkan perubahan paradigma pembangunan kehutanan yang berbasis masyarakat lokal. Paradigma negara berbasis masyarakat, yaitu; sentralistik ke desentralisasi; dari gagasan modern, state based dan ilmiah ke gagasan tradisional, community based, dan dianggap magis; berbasis kayu ke pengelolaan seluruh ekosistem, dari pembangunan berbasis ekonomi ke pembangunan integrasi ekonomi, ekologi, dan sosial budaya yang berbasis kesejahteraan dan kelestarian ekosistem.
Buku ini berfokus membahas bagaimana hubungan antara perubahan lingkungan dan respon masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya hutan Kaindea sebagai strategi adaptasi. Hal ini berkaitan dengan keberadaan Kaindea yang masih tetap eksis sejalan dengan perkembangan masyarakat di Pulau Wangi-Wangi yang tentu saja berhubungan erat dengan perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan dimaksud adalah tekanan penduduk, perubahan ekonomi dan dinamika politik.
Dengan demikian, persolan penting yang dijawab adalah (a) mengapa Kaindea menjadi pilihan adaptasi masyarakat dalam pengelolaan hutan di Pulau Wangi-Wangi, (b) bagaimana wujud pengaturan pengelolaan Kaindea sebagai strategi adaptasi dalam merespon perubahan lingkungan, dan (c) bagaimana pengaturanpengelolaan berimplikasi terhadap kinerja dan kelestarian Kaindea. Perubahan lingkungan dan wujud respon masyarakat sebagai strategi adaptasi dalam pengaturan sistem pengelolaan Kaindea; dan mengkaji implikasi pengaturan sistem pengelolaan terhadap kinerja dan kecenderungan kelestarian hutan Kaindea menjadi tujuan utama yang akan dibahas dalam buku ini.
Buku ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pengelolaan Kaindea khususnya dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat secara berkelanjutan di pulau-pulau kecil; dan menghasilkan implikasi teori-metodologi yang berkaitan dengan adaptasi ekologi budaya pada pengelolaan sumberdaya hutan di pulau-pulau kecil.


