Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u1576178/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

BIDUK YANG TAK PERNAH TENGGELAM

Judul:

Biduk yang Tak Pernah Tenggelam

Penulis

Sumiman Udu

Editor:

Muh. Rusdin

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 1106

Ukuran : 14 x 21 cm

Harga : Rp. 250.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949/081245935975

Sinopasis

Novel ini lahir dari sebuah pertanyaan sederhana, tetapi menyimpan perjalanan batin yang panjang: apakah cinta yang pernah terhempas oleh waktu, keluarga, luka, dan pilihan hidup masih mungkin kembali dengan cara yang lebih dewasa?

Kisah Wa Ode Halimah dan La Ode Muhidin bukan sekadar kisah cinta lama yang bersemi kembali. Ia adalah kisah tentang manusia yang ditempa oleh jalan hidup masing-masing. Muhidin pernah pergi membawa luka penolakan, lalu mencari harga diri dalam seragam, pengabdian kepada negara, dan ketegasan yang pada akhirnya melampaui batas. Ia jatuh, kehilangan seragam, kehilangan kebanggaan, tetapi kemudian belajar menjadi manusia yang lebih lembut melalui cinta dan kesabaran Maryam.

Halimah pun tidak berjalan di jalan yang mudah. Ia kuliah, menikah, melahirkan lima anak, lalu menghadapi pengkhianatan, keretakan rumah tangga, kemiskinan, dan kesendirian sebagai guru kontrak. Ia menjadi ibu yang mendayung biduk kecil bersama anak-anaknya, menahan air mata, menata dapur, membayar iuran sekolah, mengurus berkas sertifikasi, dan pelan-pelan menemukan kembali suara yang dulu pernah hilang di ruang keluarga.

Dalam novel ini, cinta tidak digambarkan sebagai kekuatan yang serta-merta menyelesaikan semua masalah. Cinta justru diuji oleh ingatan, anak-anak, makam, rasa bersalah, harga diri, dan keberanian untuk jujur. Cinta yang kembali setelah tiga puluh tahun tidak boleh datang sebagai badai. Ia harus datang sebagai ketukan pelan di pintu: menghormati luka, mendengar suara perempuan, tidak menghapus masa lalu, dan tidak memaksa siapa pun untuk cepat percaya.

Tokoh-tokoh dalam novel ini membawa lapisan hidupnya masing-masing. Maryam hadir sebagai perempuan yang telah pergi, tetapi doanya tetap menjadi cahaya. Alex hadir bukan hanya sebagai lelaki yang bersalah, tetapi sebagai ayah yang belajar menanggung akibat pilihannya. Anak-anak Halimah hadir sebagai penjaga pintu, saksi luka, sekaligus penunjuk arah agar rumah baru tidak dibangun di atas kebohongan lama. Fadli hadir sebagai anak yang memahami bahwa mencintai orang yang telah tiada tidak berarti menahan yang hidup untuk terus kesepian.

Dua bunga kertas dalam novel ini menjadi lambang penting. Bunga Maryam mengingatkan bahwa masa lalu yang baik tidak perlu dihapus. Bunga Halimah mengajarkan bahwa perempuan yang pernah patah tetap dapat mekar kembali, asalkan tidak dipaksa, tidak ditindih, dan diberi ruang untuk tumbuh dengan akarnya sendiri. Sementara biduk kecil yang berkali-kali muncul dalam kisah ini menjadi lambang keluarga: pelan, kadang miring, kadang bocor, tetapi tetap dapat sampai jika semua orang mau mendayung dengan jujur.

Novel ini juga merupakan penghormatan kepada perempuan-perempuan yang sering diminta kuat tanpa pernah ditanya apakah mereka lelah. Kepada ibu yang menjaga anak-anaknya ketika rumah retak. Kepada guru kontrak yang tetap mengajar meski hidupnya sendiri sedang berantakan. Kepada anak-anak yang terlalu cepat dewasa karena menyaksikan luka orang tua. Kepada laki-laki yang berani mengakui kesalahan dan belajar menjadi lembut. Kepada keluarga yang berani memperbaiki cara mendengar suara perempuan.

Semoga novel ini tidak hanya dibaca sebagai cerita cinta, tetapi juga sebagai renungan tentang rumah, kesetiaan, pengampunan, tanggung jawab, dan keberanian untuk memulai kembali. Sebab tidak semua yang terlambat berarti sia-sia. Ada cinta yang memang harus melewati waktu panjang agar tidak datang sebagai api yang membakar, melainkan sebagai cahaya kecil di jendela.

Cahaya yang cukup untuk menunjukkan jalan pulang.

Mawar Mekar

Judul:

Mawar yang Tak Pernah Mekar

Penulis

Sumiman Udu

Editor:

Muh. Rusdin

Suharmono

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 214

Ukuran : 14 x 21 cm

Harga : Rp. 150.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

.

Sinopsis:

Novel ini lahir dari kegelisahan yang sangat sunyi. Ia tumbuh dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terlalu lama hidup di dalam banyak perempuan, tetapi tidak selalu menemukan bahasa untuk diucapkan. Pertanyaan tentang rumah. Tentang cinta. Tentang tubuh. Tentang doa. Tentang ketaatan yang kadang berubah menjadi pagar. Tentang penghormatan yang ternyata tidak selalu identik dengan kebahagiaan. Dan terutama, tentang bagaimana seseorang bisa terlihat begitu utuh di mata dunia, tetapi diam-diam hidup dengan bagian-bagian jiwa yang tak pernah sempat mekar. Mawar yang Tak Pernah Mekar: Doa, Luka, dan Kesunyian adalah kisah tentang Mawaddah, seorang perempuan yang dibesarkan dalam rumah yang penuh doa, cinta, adab, dan kehormatan, tetapi juga penuh larangan, ketakutan, dan penahanan yang tak selalu disadari sebagai luka. Ia tumbuh menjadi perempuan terhormat, cerdas, cantik, dan dikagumi. Namun di balik semua itu, hidupnya menyimpan satu ruang sunyi yang tak pernah benar-benar selesai: ruang tentang cinta yang tak sempat hidup, tubuh yang terlalu lama dibungkam, dan hati yang terlalu lama dididik untuk takut.

Perkembangan Peserta Didik

Judul:

Perkembangan Peserta Didik

Penulis

Haerun Ana

Sumiman Udu

Editor:

Suharmono

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 290

Ukuran : 15 x 23 cm

Harga : Rp. 150.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

.

Sinopsis: 

Perkembangan peserta didik merupakan salah satu kajian penting dalam ilmu pendidikan. Seorang pendidik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memahami karakteristik, kebutuhan, serta tahapan perkembangan peserta didik. Pemahaman tersebut menjadi dasar penting dalam merancang proses pembelajaran yang efektif, humanis, dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.

Buku ini disusun dengan mengintegrasikan berbagai teori perkembangan dari para ahli psikologi dan pendidikan, serta dilengkapi dengan contoh-contoh kontekstual yang relevan dengan praktik pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa program studi keguruan dan pendidikan, serta para pendidik yang ingin memperdalam pemahaman mengenai perkembangan peserta didik.

Ruang Kata

Judul:

Ruang Kata Ruang Kita

Antologi Puisi

 

Editor:

Nurbella Safitri

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 110

Ukuran : 14 x 20,5 cm

Harga : Rp. 100.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

Sinopsis:

Buku puisi ini adalah langkah awal bagi para penulis muda di Yogyakarta untuk mulai memberanikan diri membukukan karyanya. Tentu saja tidak dimaksudkan sebagai karya pertama dan satu-satunya. Harapannya kumpulan ini menjadi pemicu dan pemacu bagi para penyair untuk terus berkarya. Dengan buku ini para penulisnya dapat merasakan getaran dari proses kreatif penciptaan itu sendiri. Jika terdapat kritik, masukan, dari pembaca atau penulis lain itu justru akan menjadikan pengalaman berharga untuk membuat karya yang lebih baik berikutnya.

Memerdekakan Hamba

Judul:

MEMERDEKAKAN HAMBA SAHAYA:

Perlawanan Nan Tak Kunjung Padam Petani di Pasaman Barat

Penulis:

Zaiyardam

Kurnia Warman

Selfi Mahat Putri

Septi Utami

Sitti Ba’itsati Dzakiyah

Editor:

Suharmono

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 464

Ukuran : 16 x 24 cm

Harga : Rp. 200.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

Sinopsis:

Buku ini menunjukkan bahwa perlawanan masyarakat bukanlah tindakan kriminal, bukan pula ekspresi anarkisme, melainkan bentuk pembelaan diri yang sah, rasional, dan manusiawi. Perlawanan ini berakar pada keyakinan mereka atas hak adat, hak ulayat, serta keadilan yang dijamin oleh hukum negara maupun syariat. Di dalamnya tampak bagaimana negara dapat berperan sebagai “paduka raja modern”, perusahaan sebagai “tuan tanah”, dan masyarakat diperlakukan layaknya “hamba sahaya”. Namun sejarah selalu memperlihatkan tidak ada penindasan yang tidak melahirkan perlawanan.

Buku ini dapat digunakan bagi referensi bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat luas dan dapat menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana pembangunan seharusnya ditempatkan—bukan sebagai alat dominasi yang menyingkirkan, tetapi sebagai jalan yang searah dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Cerita Rakyat

Judul:

Literasi Cerita Rakyat 

Penulis:

La Ode Topo Jers

Editor:

Suharmono

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 464

Ukuran : 16 x 24 cm

Harga : Rp. 200.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

Sinopsis:

Buku ini lahir untuk memberikan pemahaman lebih mendalam bagi pelajar, mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas terhadap keberadaan sastra lisan yang mulai terpinggirkan di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Tradisi lisan, khususnya cerita rakyat merupakan bagian penting dari warisan budaya takbenda yang menyimpan nilai-nilai moral, sosial, spiritual, dan ekologis yang berperan besar dalam membentuk identitas masyarakat. Melalui buku ini, penulis berupaya menghadirkan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam cerita rakyat, serta relevansinya terhadap upaya pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.
Buku ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu referensi akademik berkualitas bagi para peneliti, mahasiswa, pendidik, dan pemerhati budaya yang tertarik menelusuri kearifan lokal masyarakat nusantara. Lebih jauh, buku ini diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat umum untuk bersama-sama melestarikan dan mengembangkan sastra lisan sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Etnoekologi

Judul:

Ensiklopedia Etnoekologi Laut

Orang Bajo Di Pulau Wawonii

Penulis:

La Ode Topo Jers

Efriani

Alias

La De Ahmaliun

Ferdin

Editor:

Donatianus BSE Praptantya

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 464

Ukuran : 16 x 24 cm

Harga : Rp. 200.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

Kabupaten Konawe Kepulauan yang ditandai oleh lanskap kepulauan, didominasi perairan luas menjadikan pemahaman etnoekologi laut sebagai elemen esensial dalam menghadapi dinamika lingkungan yang kompleks. Melalui pendekatan etnografis yang teliti dan immersif, buku ini menyelami warisan budaya tak benda orang Bajo di Pulau Wawonii, yang meliputi sistem penamaan serta zonasi laut yang presisi, teknik navigasi tradisional yang bergantung pada observasi fenomena alam, pengetahuan ekologis mendalam tentang biota laut (termasuk hewan dan tumbuhan), strategi pengelolaan sumber daya laut yang adaptif, serta folklor dan kosmologi laut yang secara indah merangkai nilai spiritual dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Temuan-temuan yang diungkap dalam buku ini tidak hanya memperkaya karya ilmu etnoekologi secara substansial, melainkan juga memberikan relevansi strategis bagi roadmap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Konawe Kepulauan, di mana keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama. Di tengah tekanan perubahan iklim yang semakin intensif, praktik adaptif komunitas Bajo di pulau Wawonii dapat menjadi sumber inspirasi utama untuk mengembangkan model pengelolaan pesisir yang lebih resilien dan visioner di masa kini.

Roadside

Judul:

Roadside Drainage System Mengalirkan Genangan Air dan Banjir Lokal Wilayah Permukiman Kota

Penulis:

Ir. L.M. Ali Habiu, BSE., M.Si

Editor:

Sumiman Udu

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 250

Ukuran : 16 x 24 cm

Harga : Rp. 200.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

Sinopsis:

Buku ini menyajikan pemahaman mendalam mengenai Roadside Drainage System, sebuah sistem drainase samping jalan yang dirancang khusus untuk wilayah permukiman kota. Sistem ini sangat efektif mengatasi genangan air dan banjir lokal saat musim hujan, terutama di kota-kota yang belum memiliki Urban Drainage System. Pembahasan dalam buku ini meliputi tampang permukaan jalan dan syarat-syarat penempatan saluran drainase di samping jalan, metode perhitungan banjir maksimum dengan periode ulang tertentu, serta cara menghitung tampang ekonomis saluran dan culvert . Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh soal aplikatif yang membantu pembaca memahami dan mengimplementasikan konsep Roadside Drainage System secara praktis. Buku ini sangat tepat bagi para insinyur, perencana kota, dan praktisi teknik sipil yang ingin mengatasi masalah banjir dengan solusi drainase yang efisien dan tepat guna di kawasan perkotaan.

Model Ekohidrologi

Judul:

Ekohidrologi Pengelolaan Sumber Daya Air 

Penulis:

Umar Ode Hasani

Editor:

Sumiman Udu

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 234

Ukuran : 14 x 20,5 cm

Harga : Rp. 150.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

Sinopsis:

Buku ini hadir sebagai upaya untuk merangkum kompleksitas masalah sekaligus menawarkan model pengelolaan berbasis ekohidrologi yang adaptif dan inklusif. Melalui pendekatan multidisiplin, penulis berusaha menggali hubungan timbal balik antara sistem alam (air, tanah, vegetasi) dengan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Harapannya, model ini tidak hanya menjadi acuan akademis, tetapi juga panduan praktis bagi pemerintah, pelaku pariwisata, dan masyarakat dalam mengambil keputusan yang berkelanjutan. 

Kelebihan utama buku ini terletak pada pendekatannya yang multidisiplin dan aplikatif. Penulis tidak hanya mengandalkan analisis hidrologis dan ekologis, tetapi juga membingkai solusi dalam konteks sosial-budaya masyarakat Wakatobi. Pembaca akan diajak memahami bagaimana teknologi tepat guna, seperti sistem panen air hujan dan desalinasi tenaga surya, dapat berdampingan dengan praktik tradisional seperti *sasi*—sistem pengelolaan sumber daya berbasis adat yang telah terbukti menjaga keseimbangan alam selama berabad-abad. 

Suara dari Balik Jeruji

Judul:

Suara Dari Balik Jeruji:

Antologi Kisah Wanita Lapas

Editor:

Nur Agustin

Penerbit : 

Oceania Press

Jumlah Halaman: 126

Ukuran : 14 x 20 cm

Harga : Rp. 100.000

ISBN : dalam proses

Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949

Sinopsis:

      Dalam kehidupan tentu saja sangat mungkin seseorang khilaf, terjebak, atau terpaksa melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai perbuatan salah. Tindakan tersebut bisa menjerumuskan pada hal yang tidak dapat ditarik kembali, misalnya masuk bui. Jika sudah diberikan vonis oleh hakim bahwa tindakan yang dilakukan terbukti salah di mata hukum, maka seseorang tidak akan bisa lari maupun menghindar. Terkadang asal-muasal kesalahan itu sendiri hanya kebodohan-kebodohan kecil yang sebenarnya dapat dicegah apabila sedikit waspada, atau bersedia berpikir sedikit lebih Panjang.

         Ibarat nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin sebuah kesalahan bisa dipulihkan. Istilahnya tinggal bagaimana bubur tersebut diberi bumbu, yaitu ‘makna’ sehingga bisa enak untuk dicerna. Kesalahan tetaplah kesalahan, tetapi darinya seseorang bisa belajar dan mengambil hikmah. Pun dengan orang lain yang belum pernah mengalami dapat mengambil manfaat dari pengalaman yang dialami.

         Buku ini berisi kumpulan pengalaman reflektif dari perjalanan hidup para perempuan penghuni lapas. Buku ini penting sebagai bahan perenungan bagi semua orang agar lebih berhati-hati dalam mengarungi kehidupan.