
Penulis: Jahidin, Sumiman Udu
Editor:
Hamiruddin Udu
Penerbit :
Oceania Press
Jumlah Halaman: 314
Ukuran : 15 x 23 cm
Harga : Rp. 150.000
ISBN : dalam proses
Pemesanan: e-mail: oceaniapress@gmail.com/ WA:081232972949/08124593597
Sinopsis
Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan terhadap masa depan pendidikan. Kita sedang hidup dalam zaman yang berubah sangat cepat. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan sosial, krisis lingkungan, serta dinamika dunia kerja menuntut pendidikan untuk terus memperbarui dirinya. Sekolah tidak lagi cukup hanya menjadi tempat penyampaian materi, tetapi harus menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik agar mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, berkarakter, literat digital, peduli lingkungan, dan memiliki keberdayaan dalam menghadapi masa depan.
Pedagogik dalam buku ini dipahami bukan sekadar sebagai ilmu mengajar, melainkan sebagai seni dan ilmu membimbing manusia. Pendidikan tidak boleh memandang peserta didik sebagai objek yang hanya menerima pengetahuan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi, pengalaman, identitas, budaya, emosi, dan masa depan. Karena itu, pembelajaran harus dirancang secara inklusif, fleksibel, kontekstual, reflektif, digital-etis, dan berorientasi pada pemberdayaan.
Buku ini membahas berbagai aspek penting pedagogik abad 21, mulai dari konsep dasar, prinsip-prinsip pedagogik, karakteristik peserta didik, peran guru, desain pembelajaran, model-model pembelajaran, penerapan pada berbagai satuan pendidikan, keterampilan abad 21, asesmen, manajemen kelas, teknologi digital, pengembangan model pedagogik sekolah, implementasi, hingga arah masa depan pedagogik. Setiap bab disusun agar dapat menjadi bahan bacaan akademik sekaligus panduan praktis bagi guru, dosen, mahasiswa kependidikan, kepala sekolah, pengelola satuan pendidikan, peneliti, dan pemerhati pendidikan.
Salah satu tekanan utama buku ini adalah pentingnya pembelajaran berbasis pemberdayaan. Pembelajaran yang memberdayakan bukan hanya membuat peserta didik mengetahui sesuatu, tetapi juga membuat mereka mampu bertanya, menalar, berdialog, bekerja sama, mencipta, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, menjaga lingkungan, dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, guru memiliki posisi sentral sebagai arsitek pembelajaran, pembimbing, fasilitator, peneliti kelas, dan teladan etis.
Buku ini juga menekankan bahwa pedagogik abad 21 perlu berakar pada kebudayaan lokal sekaligus terbuka terhadap perkembangan global. Sekolah perlu menjadikan lingkungan, masyarakat, bahasa, tradisi, kearifan lokal, teknologi, dan persoalan ekologis sebagai sumber belajar. Dengan demikian, pendidikan tidak tercerabut dari kehidupan, tetapi hadir sebagai jalan untuk memahami, merawat, dan memperbaiki kehidupan.

